Saham
Wednesday, 4 May 2016
SUDUT HUKUM | Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan
oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau yang biasa disebut
emiten. Saham menyatakan bahwa pemilik saham tersebut adalah juga pemilik sebagian perusahaan
itu. Dengan demikian kalau seorang investor membeli saham, maka ia pun menjadi
pemilik atau pemegang saham perusahaan (Sawadji Widianto, 2004:39).

1. Klasifikasi Saham
Saham dapat diklasifikasikan menurut cara
pengalihan dan dari segi manfaat.
a. Cara pengalihan
(1) Saham atas nama, adalah saham yang cara
pengalihannya dengan balik nama. Nama yang tertera pada saham atas nama adalah orang
yang berhak atas saham tersebut (Nindyo Pramono, 2001:81).
(2) Saham atas tunjuk, adalah saham yang cara
pengalihannya dengan cara penyerahan langsung. Sehingga seorang yang secara nyata
memegang sepucuk saham atas tunjuk maka oleh hukum ia adalah yang berhak atas
saham tersebut (Nindyo Pramono, 2001:81).
b. Segi manfaat
(1) Saham biasa
Saham biasa adalah saham yang dapat dimiliki
oleh masyarakat yang mempunyai manfaat mendapatkan deviden (bagian keuntungan
yang diperoleh dari usaha suatu PT dan berhak atas pembagian yang seimbang dari
sisa harta kekayaan perseroan sesudah PT itu bubar) dan mendapatkan hak suara atau ikut
bersuara dan menentukan jalannya perusahaan melalui RUPS.
(2) Saham preferen
Saham preferen adalah saham yang mempunyai manfaat
dan diberikan kepada orang tertentu dalam jumlah yang sedikit. Jadi, saham
preferen tidak dapat menentukan seseorang sebagai pemilik saham mayoritas pada
suatu perusahaan.
(a) Saham preferent atau saham
prioritas. Pemegang saham ini biasanya berbeda dengan pemegang saham biasa. Pemegang saham ini
mempunyai hak-hak istimewa dalam pembagian keuntungan atau hak lain.
Biasanya saham-saham prioritas diterbitkan atas nama dan diberikan kepada para
pendiri atau orang-orang yang dianggap berjasa dalam PT.
(b) Saham preferent kumulatif, yaitu
saham yang memberi hak kepada pemegangnya untuk mendapatkan bagian pada tahun berikutnya,
jika pada suatu tahun tertentu PT tidak membagi deviden karena mengalami
kerugian.
(c) Saham bonus, yaitu saham yang diberikan kepada
pemegang saham lama tanpa penyetoran ke kas PT. Penerbitan saham bonus
dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara modal perseroan dengan
kekayaan perseroan.
(d) Saham pendiri, yaitu saham yang diberikan
kepada orang yang berjasa ikut mendirikan PT sebagai wujud penghargaan.
Pemegang saham ini tidak diharuskan membayar harga nominalnya ke dalam kas
perseorangan.
2. Pemilikan Saham
a. Perseorangan
Pemilik saham dapat berupa perorangan.
b. Badan Hukum
Pemilik saham dapat berupa badan hukum (publik
atau privat).
3. Saham Mayoritas
Saham mayoritas dapat dimiliki oleh para pelaku
usaha dengan cara, yaitu:
a. Pembelian di Bursa Efek
Bursa Efek sebenarnya adalah sama dengan
pasar-pasar lainnya, yakni tempat bertemunya pembeli dan penjual barang, bedanya di Bursa
Efek barang yang diperdagangkan adalah Efek atau surat-surat berharga berupa saham, rights
issue, waran, obligasi konversi dan sebagainya (Sawidji Widoatmodjo, 2004:2).
b. Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan
Penggabungan adalah perbuatan hukum yang
dilakukan oleh satu perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lain yang
telah ada dan selanjutnya perseroan yang menggabungkan diri menjadi bubar. Peleburan
adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua perseroan atau lebih untuk meleburkan diri
dengan cara membentuk satu perseroan baru dan masing-masing perseroan yang meleburkan
diri menjadi bubar. Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum
atau orang perseorangan untuk mengambilalih baik seluruh ataupun sebagian
besar saham perseroan yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap
perseroan tersebut (Pasal 28 UU No. 5/1999).